Selasa, 18 Oktober 2016

Pasar Persaingan Sempurna

MAKALAH EKONOMI MIKRO
“PASAR PERSAINGAN SEMPURNA”



BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang

Pasar terbentuk dari produsen-produsen kecil dan konsumen-konsumen kecil dalam jumlah tidak tertentu. Kebebasan untuk keluar-masuk (pasar), untuk memilih teknologi dan cara-cara produksi serta kebebasan untuk mendapatkan informasi (pasar), semuanya dijamin oleh pemerintah.

Dari interaksi seluruh produsen dan seluruh konsumen, pasarlah yang akan menentukan harga pasar, dan seorang produsen hanya “menerima” saja harga yang sudah ditentukan tersebut. Ini berarti berapa banyak pun barang yang diproduksikan dan dijual oleh produsen, ia tidak akan dapat mengubah harga yang ditentukan di pasar, karena jumlah yang diproduksikan itu hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang diperjual belikan di pasar.

Di dalam suatu pasar, apabila terdapat produk-produk sejenis yang berbeda tipe dan semuanya sama-sama mendapatkan permintaan pasokan yang tinggi dari setiap konsumennya, dan produsen pun berusaha memenuhi setiap permintaan dari konsumennya.  Artinya tidak ada yang menjadi pangsa pasar di pasar tersebut. Hal inilah yang disebut dengan pasar persaing sempurna, karena setiap produsen sama-sama mendapatkan permintaan yang tinggi atas produknya masing-masing.

Untuk lebih jelasnya bagaimana pasar persaingan sempurna tersebut, kami telah memaparkannya dalam makalah ini yang meliputi pengertian pasar persaingan sempurna, ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna, pengertian permintaan dan hasil jualan, serta kebaikan dan keburukan dari pasar persaingan sempurna.


1.2      Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan pengertian dan model pasar persaingan sempurna?
2.      Apa saja ciri-ciri dan karakteristik pasar persaingan sempurna?
3.      Apa yang dimaksud permintaan dan penawaran dalam pasar?
4.      Apa maksud keseimbangan perusahaan dalam jangka pendek?
5.      Apa keseimbangan perusahaan dalam jangka panjang?
6.      Apa saja kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna?

1.3      Tujuan Penulisan

Tujuan di kerjakan-nya makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas dari matakuliah “Ekonomi Makro” juga untuk menambah wawasan kita tentang Pasar Persaingan Sempurna. Mulai dari pengertian, Ciri-ciri, Karakteristik, Permintaan dan Penawaran dalam pasar, Keseimbangan perusahaan dalam jangka pendek / panjang serta Kebaikan dan juga keburukan dari Pasar Persaingan Sempurna.
BAB II
PEMBAHASAN

2.  1  Pengertian dan Model Pasar Persaingan Sempurna

Persaingan sempurna adalah suatu pasar dimana terdapat kekuatan dari permintaan dapat penawaran yang dapat secara bebas bergerak. Pasar persaingan sempurna merupakan pasar di mana penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil kesepakatan dan interaksi antara penawaran dan permintaan.

Pasar persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Dalam analisis ekonomi sering dimisalkan bahwa perekonomian merupakan pasar persaingan sempurna. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menentukan jenis industri  yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang ciri-cirinya sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang ada adalah yang mendekati ciri-cirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan di sektor pertanian.

Namun demikian, walaupun pasar persaingan sempurna yang murni tidak wujud didalam praktek, maka dari itu sangat penting untuk mempelajari tentang corak kegiatan perusahaan  dalam persaingan sempurna. Pengetahuan mengenai keadaan persaingan sempurna dapat dijadikan landasan di dalam membuat perbandingan dengan ketiga jenis struktur pasar lainnya. Di samping itu analisis ke atas pasar persaingan sempurna merupakan suatu permulaan yang baik untuk perusahaan, karena perusahaan tidak dapat menentukan harga dan produksi  di dalam usaha mereka untuk mencari keuntungan yang maksimum.
Dalam pasar persaing sempurna, secara teoritis penjual tidak dapat
menentukan harga atau disebut price taker, dim
ana penujal akan menjual barangnya sesuai harga yang berlaku di pasar. Dalam kenyataannya, pasar persaing sempurna juga memiliki derajat yang berbeda-beda. Derajat yang paling ekstrem memang penjual tidak dapat menentukan harga sama sekali. Derajat akan semakin mendekati keekstreman bila hal-hal ini terpenuhi:
1.    Ada banyak penjual
2.    Pembeli memandang barang sama saja
(Homogen, tidak teridentifikasi).
3.    Ada kelebihan kapasitas produksi

Semakin banyak penjual berarti semakin banyak pilihan pembeli. Penjual yang harganya lebih tinggi tentu akan ditinggalkan pembeli. Hal inilah yang mendorong penjual untuk mengikuti saja harga yang berlaku di pasar (price taker).

Semakin homogen barang yang dijual berarti pembeli semakin tidak memiliki insentif mencari barang dengan harga yang berlaku di pasar. Tidak ada alasan bagi pembeli untuk membayar lebih untuk barang yang sama.dipenjual lain. Hal inilah yang mendorong penjual untuk menjual barangnya sama.

Semakin banyak kelebihan kapasitas produksi berarti setiap kenaikan permintaan dapat dipenuhi tanpa membuat harga-harga naik. Hal inilah yang menahan penjual untuk tidak menaikkan harganya meskipun ada kenaikkan pemintaan. Bila ia menaikkn harganya, pembeli akan membelinya dari penjual lain yang juga memiliki kelebihan kapasitas.

Model pasar persaingan sempurna didasarkan pada asumsi atau prakondisi berikut:
1.     Semua pengusaha adalah pengusaha lemah, yang sama kuatnya dengan pengusaha yang lain. Dengan demikian tidak ada yang menguasai modal, yang menguasai pasar, karena semuanya sama.
2.     Para pengusaha bersaing hanya dengan kelihaian berusaha dan berprestasi lebih baik dari orang lain. Demikianlah mereka berlomba menarik konsumen, konsumen sebagai raja, dengan jalan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya.
3.     Tidak ada yang menghalangi persaingan. Perusahaan lemah dibiarkan bangkrut, karena itu merupakan bukti ketidakbisaannya, sehingga tidak perlu dibantu.
4.     Karena pengusaha yang tidak efesien akan mati dengan sendirinya, maka hanya pengusaha yang kreatif, yang efesien itulah yang terus hidup, sehingga kehidupan seluruh masyarakat menjadi efesien dan memiliki maslahat bagi semuanya.
5.      Orang yang terselisih pada waktunya akan bangkit kembali, belajar dari kesalahan mereka dan belajar dari keberhasilan orang lain. Atau mencoba mencari kegiatan yang lebih sesuai dengan kemampuan dirinya. Dengan demikian orang-orang yang bangkrut cenderung sembuh kembali menjadi orang-orang yang kreatif, mungkin dibidang yang baru.

2.  2  Ciri-ciri dan Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna

1.     Perusahaan bukanlah price taker
Price taker atau Pengambil harga artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan di dalam pasar tidak akan menimbulkan perubahan atas harga pasar yang berlaku. Harga pasar ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan pembeli dan keseluruhan penjual.

2.    Tiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Pengertian mobilitas mencakup pengertian geografis dan antar pekerjaan. Maksudnya, faktor produksi seperti tenaga kerja mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya Hal tersebut menyebabkan perusahaan leluasa untuk masuk keluar pasar. Jika perusahaan tertarik di satu industri (dalam industri masih memberikan laba) dengan segera dapat masuk. Bila tidak tertarik lagi atau gagal, dengan segera dapat keluar.

3.    Menghasilkan barang homogen
Adalah produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya. Konsumen tidak membeli merek barang tetapi kegunaan barang. Karena itu semua perusahaan dianggap mampu memproduksi barang dan jasa dengan kualitas dan karakteristik yang sama.

Maksudnya adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang-barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Sehingga barang-barang ini tidak mudah dibeda-bedakan. Karenanya, pembeli tidak dapat membedakan manakah produksi dari perusahaan A dan manakah produksi dari perusahaan
B.

4.    Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
    Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual. Dengan demikian, konsumen tidak akan mengalami perlakuan harga jual yang berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Dari siapa pun produk dibeli, harga yang berlaku tetap sama. Demikian halnya dengan perusahaan, hanya akan menghadapi satu harga yang sama dari berbagai pemilik faktor produksi. Dampaknya,para produsen tidak bisa menjual produknya dengan harga yang lebih tinggi dari harga Pasar.

5.      Output perusahaan relatif kecil (small relatively output)
Semua perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efesien (biaya rata-rata rendah), baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kendatipun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relatif kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan industri.


2.  4 Permintaan dan Penawaran Dalam Pasar Persaingan Sempurna

a.         Permintaan
Diagram 8.1(a) Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran.
Diagram  8.1(b)   Jumlah Output perusahaan relatif sangat kecil dibandingkan output pasar .

edit1

b.                                Penerimaan
Diagram 8.2 (a) kurva penerimaan (D) sama dengan kurva penerimaan rata rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marginal (MR) dan sama dengan (P) .
Diagram 8.2 (b) kurva penerimaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0) .


02


2.  5  Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek

a.       Perusahaan sebaiknya hanya berproguksi, paling tidak, bila biaya variable (VC) adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabrl rata – rata (AVC) sama dengan harga.
b.      Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss).

Diagram 8.3 menunjukkan bahwa kondisi MR = MC (titik E) tercapai pada saat output sejumlah Q*

03


Diagram 8.4  Kondisi impas terjadi bila biaya rata – rata sama dengan harga, dimana laba per unit sama dengan nol .

04


Diagram 8.5 Menunjukkan bahwa pada saat MR = MC perusahaan mengalami kerugian sebesar BE per unit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum.


edit5


2.  6  Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang

a.  Perusahaan harus bekerja sebaik mungkin (doing as well as possible)
      agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.
 b.  Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat
      mengaanti barang modal yang digunakan dalam produksi.
 c.  Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk – keluar karena
      laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat
      pengembalian yang sama.
 d.  Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC = LAC .
           
     

06

Diagram 8.6 (a) Menunjukkan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E dimana tingkat harga P0 dan jumlah output Q0 .
Diagram 8.6 (b) Jika ada perusahaan yang masuk akan terjadi penambahan penawaran.
perhatikan kurva SMC, LMC , SAC dan LMC berpotongan disatu titik, yaitu titik E .

2.  7  Penawaran Perusahaan Pasar Persaingan Sempurna

a. Kurva Penawaran Jangka Pendek
     Diagram 8.7. (a) Menunjukkan jika harga di bawah P0, perusahaan tidak mau berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya variable per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC) .
     Diagram 8.7. (b) Dalam pasar persaingan sempurna kurva MC setelah melewati titik potong dengan minimum kurva AVC adalah juga kurva penawaran jangka pendek.

07











b  Kurva Penawaran Jangka Panjang  
1.      Industri Skala Biaya Konstan (Constant Cost Industry)
Penambahan penggunaan  factor produksi karena masuknya perusahaan baru, tidak akan menaikkan harga factor produksi Diagram 8.8.a.
Diagram 8.8.b  Bila permintaan pasar meningkat (kurva permintaan D1 bergeser ke D2), harga output meningkat ke P2 .

08


2.  Industry Skala Biaya Menaik (Increasing Cost Industry)
Masuknya perusahaan-perusahaan baru menyebabkan harga factor produksi naik, sehingga terjadi perubahan stuktur biaya dan pergeseran titik keseimbangan.
Diagram 8.9.a  Struktur biaya sebelum masuknya perusahaan lain.
Diagram 8.9.b  Struktur biaya setelah masuknya perusahaan lain.
Diagram 8.9.c  Menunjukkan peningkatan permintaan (D1 – D2).

09




 3.  Industri Skala Biaya Menurun (Decreasing Cost Industry)
      Masuknya perusahaan perusahaan lain ke dalam indistri justru menurunkan  
      harga factor produksi karena efisiensi skala besar (large scale economies)
      Akibatnya struktur biaya jadi lebih murah. Diagram 8.10.a ke Diagram 8.10.b.

Diagram 8.10.c Meningkatnya permintaan (D1—D2)  menaikkan harga jual ke
P2 yang mengundang masuknya perusahaan lain.

10



2.  8  Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

Kebaikannya antara lain sebagai berikut.

1.      Pembeli sangat mengetahui harga pasar sehingga sangat kecil terjadi kerugian atau kekecewaan.
2.      Konsumen merasa sejahtera, karena bebas memasuki pasar.
3.      Terdapat persaingan murni, karena barang yang diperjualbelikan homogen.
4.      Harga cenderung stabil karena keadaan pasar dapat diketahui sebelumnya.
5.      Mudah memilih atau menentukan barang yang diperjualbelikan.
6.      Barang yang diproduksi dapat diperoleh dengan ongkos yang serendah-rendahnya.


Kelemahannya antara lain sebagai berikut.

1.      Hanya terdapat satu atau dua industri/pasar yang mendekati persaingan sempurna, sedang sektor yang lain banyak ketidaksempurnaan.
2.      Terdapat faktor eksternal yang tidak diperhitungkan dalam posisi kesejahteraan optimum konsumen.
3.      Tidak ada barang subtitusi karena bersifat homogen.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Dari pemaparan yang telah pemakalah uraiankan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri   dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna adalah
a.    Perusahaan adalah pengambil harga
b.    Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
c.    Menghasilkan barang yang serupa
d.   Terdapat banyak perusahaan di pasar
e.    Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna
Di dalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, dua hal harus diperhatikan yaitu:
a.    Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan.
b.    Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.
Kebaikan dan keburukan dari pasar persaingan sempurna
a.    Kebaikannya :
1.)      Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
2.)      Kebebasan bertindak dan memilih
b.    Keburukannya :
1.)      Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
2.)      Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
3.)      Membatasi pilihan konsumen
4.)      Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
      5.)      Distribusi pendapatn tidak selalu merata.





DAFTAR PUSTAKA

A. Karim, Adiwarman, Ekonomi Mikro Islami, Jakarta: PT RajaGrafindo, 2007.
Aziz, Abdul, Ekonomi Islam Analisis Mikro dan Makro, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008.
Kahf, Monzer, Ekonomi Islam: Telaah Analitik terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995.
Sukirno, Sadono, Mikro Ekonomi: Teori Pengantar, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.